Indikator
  • Undercontruction

Operasi Pekat Agung 2018, Pemakai Narkoba dan Miras di Bali Meningkat

Home / Peristiwa - Daerah / Operasi Pekat Agung 2018, Pemakai Narkoba dan Miras di Bali Meningkat
Operasi Pekat Agung 2018, Pemakai Narkoba dan Miras di Bali Meningkat Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, saat menggelar hasil dari tangkapan Pekat Agung 2018. Bertempat di Mapolresta Denpasar. Rabu (16/5/2018).(FOTO Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESBALI, BALIPolresta Denpasar menunjukan hasil dari Operasi Pekat Agung 2018 yang dilakukan sejak tanggal 27 April sampai 15 Mei 2018, terhitung selama 12 hari, untuk pemakai narkoba dan minuman keras di Bali, terus meningkat.

Rilis hasil Operasi Pekat Agung 2018 itu, digelar Rabu (16/5/2018), di Mapolrestas Denpasar. Dari hasil Operasi Pekat Agung 2018, total kasus yang berhasil diungkap sebanyak 130 kasus dan sebanyak 62 orang tersangka yang diamankan, oleh jajaran Polresta Denpasar. 

Terhitung dari kasus tersebut, mulai dari narkoba 25 kasus, Pencurian dan Pemberatan (Curat) 10 kasus,  Pencurian Biasa (Cusa) 8 kasus, Pencurian dan Kekerasan (Curas) 1 kasus.

Untuk pencurian Sepeda Motor (Curanmor)  2 kasus, Senjata Tajam (Sajam) 3 kasus, Premanisme 9 kasus, Gepeng 6 kasus, Minuman Keras (Miras) 42 kasus, Pungutan Liar (Pungli) 4 kasus, prostitusi SPA 13 kasus, dengan total 130 kasus. 

Sementara, barang bukti yang diamankan untuk tindak pidana pencurian Cusa, Curat, Curas, dan Curanmor. Uang tunai sebanyak  Rp 22.634.400, ada 4 ekor ayam, 3 buah helm, 6 unit sepeda motor, 16 Handphone dan Tab dan lainnya. 

Kemudian untuk narkoba, jenis sabu seberat 19,39 gram, ganja 344 gram, kokain 3 klip, exstasy 45 Butir  (13,01 gram), pil koplo 10 butir. Sementara untuk Miras

Arak sebanyak 835. 400 liter, Minuman berakohol (Mikol) 111 botol import segala merk. Untuk barang bukti prostitusi 13 kondom, 2 kondom bekas, pakai 3 sprai, 2 handuk dan 1 buah tisu merk Baby.

Untuk barang bukti kasus premanisme, pungli, Sajam dan debt colector,  2 buah belati, 1 buah pisau lipat, 1 buah pisau sangkur, 1 pucuk Sofgun, 1 buah botol dan 

uang sejumlah Rp 1.298.000 dan 3 bendel karcis (Pungli). Sementara barang bukti perjudian, 6 handphone, 1 lembar kertas patio, kartu domino 7 set,  dan 1 ATM Mandiri, 8 lembar rekapan dab uang tunai Rp 1.254.000.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol  Hadi Purnomo mengatakan, jika dibandingkan tahun 2017 Operasi Pekat Agung, maka di tahun 2018 ada peningkatan. Pada tahun 2017, tercatat ada 120 kasus, sementara di tahun 2018 ada 130 kasus. 

Data hasil Operasi Pekat Agung 2018, dari banyaknya barang bukti yang diamankan, dibanding tahun lalu memang ada peningkatan, termasuk narkoba dan miras. "Karena itu, terus terang saja, pemakiannya yang meningkat. Makannya, kita akan kembali menggelar operasi ini, dengan operasi Cipta Kondisi dengan sasaran yang sama," ujarnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com