Resmi Menjabat Gubernur Jatim, Khofifah Akan Optimalkan Pengentasan Kemiskinan

Home / Berita / Resmi Menjabat Gubernur Jatim, Khofifah Akan Optimalkan Pengentasan Kemiskinan
Resmi Menjabat Gubernur Jatim, Khofifah Akan Optimalkan Pengentasan Kemiskinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak di Istana Negara. (FOTO: Pemprov Jatim for TIMES Indonesia)

TIMESBALI, SURABAYA – Usai dilantik, pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak diminta Presiden Jokowi untuk segera mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan program utamanya selama 99 hari ke depan adalah mengoptimalkan pengentasan kemiskinan di Jatim. Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena besarnya ketimpangan yang terjadi antara pedesaan dan perkotaan.

“Akan menjadi PR besar saya bersama Mas Emil (Wagub Jatim) untuk bisa menguatkan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat pedesaan di Jatim,” terang Khofifah, sapaan akrab Gubernur Jatim

Khofifah menambahkan, kemiskinan menjadi sangat akut di pedesaan sebab adanya beban lansia yang berumur 70 tahun ke atas di keluarga miskin. Karenanya, pihaknya akan menggagas program keluarga harapan (PKH) plus. 

“Ada sekitar 50 ribu PKH Plus yang sudah kami rencanakan, dan masuk dalam program  99 hari ke depan,” terangnya.

Program utama lain, imbuh Khofifah, adalah memaksimalkan verifikasi produk-produk yang diciptakan oleh pesantren modern yang sudah memiliki SMK. Hal ini penting, karena berdasarkan data, banyak produk SMK di pondok pesantren yang kemasannya kurang baik, ataupun kurang hieginis. 

“Kegiatan ini juga akan segera kita lakukan, karena banyak pihak yang sudah ingin partnertship,” tukas mantan Menteri Sosial pada Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini.

Selain itu, ada program yang di luar APBD atau non APBD melalui volunter serta CSR dari perusahaan atau pihak swasta. Dicontohkan, terkait program pembersihan Sungai Brantas dari diapers bayi. Menurutnya, hal ini tidak cukup hanya pemerintah yang bergerak tapi harus semua aspek ikut terlibat.

”Dengan terlibatnya semua pihak maka harapannya program ini bisa sukses, dan masyarakat tidak lagi membuang diapers bayi ke sungai,” harapnya.

Khofifah juga menanggapi soal korupsi, ia berkomitmen untuk membuat penguatan di hulu. Nantinya, harus ada pemahaman di kalangan bupati/walikota serta seluruh ASN di Jatim bahwa targetnya bukan hanya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Kami ingin penguatan pada langkah pencegahan, sehingga semua bisa memaksimalkan kinerjanya dan tidak berjalan pada area grey atau multitafsir,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan, selain pengentasan kemiskinan, pada 99 hari programnya bersama Emil Dardak, tidak semua program bersumber dari RAPBD namun ada juga yang non APBD. Hal ini menunjukkan bahwa ada partisipasi masyarakat Jatim dan sinergitas seluruh elemen. “Kami minta doa pada seluruh warga masyarakat khususnya Jatim, dan mari kita terus merajut kebersamaan, persatuan sehingga bisa membawa Provinsi Jatim semakin berkemajuan,” pungkas Gubenur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com