4 Kiat Penting Agar ASI Tetap Banyak Meski Puasa Ramadhan

Home / Berita / 4 Kiat Penting Agar ASI Tetap Banyak Meski Puasa Ramadhan
4 Kiat Penting Agar ASI Tetap Banyak Meski Puasa Ramadhan ILUSTRASI. (FOTO: Soco)

TIMESBALI, JAKARTA – Tak sedikit ibu menyusui yang tetap memilih melaksanakan puasa di bulan Ramadhan ini. Nah, agar produksi air susu ibu (ASI) tetap lancar ibu menyusui harus memperhatikan beberapa hal. Apa saja langkah agar ASI tetap banyak meski puasa?

Berikut ini tips supaya produksi ASI tetap optimal dan lancar saat puasa, dilansir dari Hello Sehat.

1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

Melansir dari laman Australian Breastfeeding Association, kekurangan cairan parah atau dehidrasi bisa membuat pasokan ASI menurun. Alhasil, kondisi tentu akan menghambat proses pemberian ASI untuk si kecil.

Di samping itu, dehidrasi juga dapat mengacaukan kadar normal garam, gula, serta berbagai mineral penting lainnya. Kondisi ini akan membuat berbagai fungsi organ-organ tubuh terganggu, bahkan bisa menimbulkan efek buruk pada tubuh.

Maka itu, meski sedang berpuasa, sebaiknya tetap minum banyak cairan saat sahur dan berbuka guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan begitu, produksi ASI bisa tetap tercukupi dengan baik saat puasa.

2. Istirahat yang cukup

Tak jarang, beberapa ibu menyusui mengalami kurang tidur saat puasa. Hal ini dikarenakan harus bangun di tengah malam saat bayi lapar dan ingin menyusu, kemudian bangun lagi untuk makan sahur. Minimnya waktu tidur biasanya akan membuat ibu menyusui kurang tidur dan mudah lelah.

Oleh karena itu, sebisa mungkin usahakan untuk mengoptimalkan waktu istirahat Anda setiap harinya. Setidaknya, dengan meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang setelah selesai menyusui si kecil, agar produksi ASI saat puasa tetap terjaga.

3. Tingkatkan lama waktu dan frekuensi menyusui

Saat sedang menyusui, tubuh secara alamiah akan merangsang saraf-saraf pada puting untuk memicu let down reflex. Let down reflex adalah kondisi ketika otot-otot di payudara berkonstraksi, sehingga ASI siap untuk dikeluarkan untuk bayi. Let down reflex akan melepaskan dua jenis hormon, salah satunya merupakan oksitosin. Hormon okstiosin bertugas untuk membuat payudara berkontraksi sehingga memudahkan keluarnya ASI.

Selain itu, perlu meningkatkan frekuensi pemberian ASI. Anda sebaiknya menyusui setiap 3 jam sekali, jika Anda sedang bekerja dan tidak memungkinkan menyusui langsung ke bayi Anda, cobalah untuk mencari celah-celah waktu untuk melakukan pompa ASI setiap 3 jam. Pasalnya produksi ASI di dalam tubuh akan mengikuti aturan “supply and demand” yang artinya payudara akan menghasilkan susu yang lebih banyak saat bayi juga menyusui lebih sering, atau memompa sesuai jadwal.

4. Konsumsi makanan yang mendukung pengeluaran ASI

Beberapa jenis makanan dipercaya dapat membantu melancarkan produksi ASI. Salah satu sumber makanan yang terkenal berkat manfaatnya dalam produksi ASI yakni sayuran seperti daun katuk, kelor, dan bayam.

Selain itu, kacang almond, kacang arab(chickpeas), biji wijen, minyak atau biji rami(flaxseed), serta jahe juga dinilai baik untuk membantu produksi ASI tetap banyak meski puasa. Anda tidak perlu khawatir, karena rasa alami dari sumber makanan tersebut tidak akan memengaruhi rasa ASI yang diminum bayi. Jadi Anda bisa tetap bisa menjalankan kewajiban puasa Ramadhan, dan bayi pun tetap bisa minum ASI. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com