Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi Pasar Sukawati Gianyar Bali

Home / Berita / Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi Pasar Sukawati Gianyar Bali
Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi Pasar Sukawati Gianyar Bali Presiden Jokowi saat meninjau Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (14/5/2019). (FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESBALI, DENPASAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi mengunjungi proyek revilitasi pasar seni Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (15/6/2019).

Kedatangan Presiden Jokowi juga didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Agung, dan Gubernur Bali I Wayan Koster dan berserta steakholder lainnya.

Kedatangan Jokowi disambut oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan sejumlah warga Bali. Seperti biasa, begitu tiba di Pasar Sukawati, para warga Bali langsung meminta selfi dan berjabat tangan dengan Jokowi. 

Kepada para awak mereka, Jokowi menyampaikan pasar seni ini telah direlokasi.  Relokasi berada di Lapangan Sutasoma, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

"Ini yang paling penting, Pasar sukawati sudah di relokasi, dan  bulan ini sudah rampung di kerjakan," ujarnya 

Rencananya, pembangunan pasar seni ini akan mulai dan ditargetkan akan selesai tahun 2020 dengan dana Rp 89 miliar dari APBN dan Rp 3,9 miliar dari APBB.

"Kita harapkan betul-betul jadi pasar yang bersih, pasar yang tertata sehingga pengunjung bisa nyaman datang ke pasar Sukawati karena ini pasar yang pasar rakyat yang sudah 30-an tahun. Kalau ke Bali belum ke Pasar Sukawati, itu belum ke Bali. Harus belanja, datang kesini harus belanja," ungkap Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan, pasar Sukawati ini ditempati oleh 1.700 pedagang dengn volume parkir hingga 150. Jokowi pun berharap pasar ini dapat dijalankan dengan manajemen yang baik. 

"Ini menghidupi 1.700 pedagang, itu kan luar biasa sebuah pasar yang. Ini harus menjadi sebuah pasar rakyat yang modern, yang tertata, manajemen baik, parkirnya juga di basement bisa 150-an mobil. Kalau dulu kan cari tempat parkir sangat sulit," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menargetkan sebanyak 5 ribu pasar modern yang bisa dapat direvilitasi dalam lima tahun ke depan. Sementara, untuk pasar tradisional sebanyak 8900 pasar. 

"Kurang lebih sama seperti itu targetnya lima tahun lalu. Kita kan udah 5 ribu lebih pasar yang telah kita bangun, pasar yang gede. Pasar desa 8.900 pasar," ujarnya.

"Kedepan sama kita akan tetap pasar sebagai sebuah bertemunya penjual dan pembeli, produk-produk daeri petani, dari nelayan, dari pengrajin. Pasar-pasar di seluruh indonesia memang harus hidup," ujar Jokowi.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com