Sister & Soul, Musik Anti Mainstream dan Geliat Ekonomi Kreatif

Home / Gaya Hidup / Sister & Soul, Musik Anti Mainstream dan Geliat Ekonomi Kreatif
Sister & Soul, Musik Anti Mainstream dan Geliat Ekonomi Kreatif Foto : Duo personil Sister & Soul bincang hangat seputar industri musik kreatif di era digital, Sabtu (15/2/2020). (FOTO: Farida Umami Ramadhansi/TIMES Indonesia)

TIMESBALI, SURABAYA – Perbincangan hangat seputar industri ekonomi kreatif dan dunia musik mewarnai rilis lagu dan video klip Sister & Soul di Kafe Taman Teman, Surabaya, Sabtu (15/2/2020). 

Grup pendatang baru ini bakal menambah warna baru dunia musik khususnya di Surabaya. Duo personilnya merupakan akademis yang kesehariannya bergelut dengan dunia seni.

Agastadila Novitananda (vokal) adalah mahasiswi profesi aktif di FKG Universitas Airlangga. Sedangkan Aprischa Prima A (keyboardist) merupakan mahasiswi aktif jurusan seni musik Universitas Negeri Surabaya. 

Musik-musik Sister & Soul akan banyak dihiasi tema positive vibes bergenre soul. Lagu perdana mereka bertajuk I Want You. 

Sister--Soul-2.jpg

Lagu tersebut menceritakan tentang kekaguman seseorang atau cinta pada pandangan pertama. Sebuah khayalan untuk memiliki secara utuh dan berharap itu semua menjadi nyata. 

Sister & Soul mencoba berkreasi dan berkolaborasi dalam meramaikan industri kreatif. Mengangkat ide lagu dan film dengan mengulik tidak hanya tema percintaan tapi juga seputar hal-hal yang terjadi dalam masyarakat sosial.

Membawa pesan positif, memotivasi bersama menjadi lebih baik. Sebuah kolaborasi yang dapat dijadikan sebagai karya dalam bermarketing komunikasi. 

Sister & Soul juga disupport oleh para additional playernya.Mereka bermusik dengan mengambil genre soul. Pengalaman bermusik mereka sudah terasah di berbagai moment. 

Dari ngeband bersama dan mengambil job regular di beberapa venue, sebagai homeband dengan nama band yang berbeda. Dan kali ini mereka berdua mencoba untuk berkarya dengan lagu sendiri dan merilisnya ke publik.

Konsep kreasi mereka tidak hanya bermusik saja akan tetapi mencoba berkolaborasi dengan anak-anak muda kreatif di dunia film.

Rifqy Atala dan teman-teman filmnya yang tergabung dalam EUNOIA Film, diajak berdiskusi merumuskan konsep bersama dalam beramaikan industri kreatif.

Kolaborasi ini kedepan akan berlanjut dengan komunitas anak muda kreatif lainnya. Tidak menutup kemungkinan bersinergi dengan produk komersial atau kegiatan branding lainnya dalam mendukung program komunikasi produk/branding.

Pasang surut dunia musik turut menjadi perhatian Hanz D. Satria selaku music director. Butuh penyegaran agar industri musik tetap semarak. Hanz berpendapat jika pergerakan ekonomi kreatif di bidang musik terus mengalami perkembangan. 

Apalagi dengan dukungan era digital ekonomi kreatif di bidang musik akan sangat menghasilkan apabila ditekuni. Salah satunya dengan promosi digital. 

Sister--Soul-3.jpg

“Kalau kita sadar digital itu sekarang  bisa membuahkan sebuah rekening. Saya bisa mendapatkan US$ 300 dalam tiga bulan dari Youtube," tutur Hanz D. Satria. 

Sayangnya, potensi menggiurkan tersebut jarang dilirik. Kebanyakan musisi hanya menaruh lagu mereka tanpa melakukan promosi digital. 

"Padahal promosi digital itu sangat penting dalam dunia ekonomi kreatif di bidang musik," sambungnya. 

Selanjutnya dengan memanfaatkan kreatifitas dari film dan musik, keduanya dapat mendongkrak ekonomi kreatif di Surabaya.

Deddi Duto, Dosen DKV Universitas Petra sekaligus pakar industri kreatif dalam kesempatan tersebut turut angkat bicara. 

Film yang mereka buat tidak akan jauh dari marketing. Industri film dan musik memang mahal. Tapi jika bisa mengkolaborasikan sebuah produk dengan cara yang halus maka segala kemungkinan meraih sukses bisa diraih. 

"Kalau pihak brand, sponsor, produk mau bermain tapi dengan cara yang halus maka akan mendongrak produk-produk lokal," 

Kolaborasi tersebut bisa dilakukan dengan produk UKM. DKV sendiri memiliki jurusan audio visual dan juga yang lainnya. Mahasiswa dituntut berfikir dalam mengolah kreatifitas bernilai ekonomi. Entertain turut berperan penting dalam perkembangan ekonomi kreatif

"Ini akan mulai bertumbuh. Kita ingin memulai dari hal kecil seperti ini namun kita membutuhkan industri, media, pemerintah dan institusi pendidikan," kata Deddi Duto di sela peluncuran lagu dan video klip Sister & Soul. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com