UIN Malang Buktikan Inovasi pada Penganugerahan Doktor HC Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa

Home / Pendidikan / UIN Malang Buktikan Inovasi pada Penganugerahan Doktor HC Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa
UIN Malang Buktikan Inovasi pada Penganugerahan Doktor HC Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa Acara penganugetahan gelar DHC (Doctor Honoris Causa) UIN Malang kepada Sekjen RAI (Rabithha Al-Alam Al-Islami), Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa. (FOTO: Aditya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESBALI, MALANGUIN Malang (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) telah membuktikan peneguhan proses transformasi sebagai institusi penuh inovasi dalam penganugerahan gelar Doktor (HC/Honoris Causa) Sekjen RAI (Rabithha Al-Alam Al-Islami), Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abd Haris.M.Ag menyuguhkan pengantar itu dalam bukunya Sajak, Puisi Moderasi, UIN Maliki dan Sekjen Rabithha Al-Alam Al-Islami dalam momen pengukuhan Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa saat menerima Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dari UIN Maliki Malang, Selasa (25/2/2020) pagi.

Muhammad-bin-Abdul-Karim-Al-Issa-5.jpg

Acara penganugerahan itu dihadiri Wakil Presiden RI (2004-2009/2014-2019), Jusuf Kalla,  Menteri Agama Fachrul Razi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para promotor Prof Dr Aqil Munawar dan Dr Alwi Shihab, serta sejumlah pejabat lainnya.

Rektor UIN Maliki Malang sangat bangga atas penetapan senat dan promotor yang menetapkan Muhammad bin Abdul Karim al-Issa sebagai penerima gelar Doctor Honoris Causa di bidang kajian keahlian peradaban manusia.

"Ini menambah khazanah keilmuan dan ilmuwan di dunia. Dengan peristiwa akademik ini berarti telah meneguhkan ptoses transformasi. UIN Maliki menjadi institusi penuh inovasi," tulisnya.

Bukan stagnan yang hanya mengutus administrasi. "Tetapi membaca peluang untuk berkontribusi. Terutama terkait dengan penyebaran paham moderasi. Sebagaimana konsep yang disampaikan Sekjen RAI. Moderasi sesungguhnya berdasar pada al islam al wasathi," tambah Abd Haris.

Muhammad-bin-Abdul-Karim-Al-Issa-6.jpg

Isu moderasi, lanjut Abd Haris menjadi penting bagi NKRI yaitu untuk mempertahankan keutuhan dan ekasistensin negeri, agar terhindar dari konflik seperti yang sudah terjadi.

"Membangun Indonesia Maju dan sangat damai. Menolak paham yang mengakibatkan cerai berai. Memegang teguh berbangsa dan bernegara serta kitab suci," ujarnya a.

Abd Haris juga mengucapkan terimakasih atas semua pihak yang menjadi saksi dalam penganugerahan itu, karena dengan penganugerahan Dr.HC Sekjen RAI, UIN Maliki Malang ditetapkan sebagai Pusat Kajian dan Gerakan Moderasi. "Membangun sinergi ulama, cendekiawan, masyarakat dan Pemerintah RI," katanya lagi.

UIN Malang (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) telah membuktikan peneguhan proses transformasi sebagai institusi penuh inovasi dalam penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa Sekjen RAI (Rabithha Al-Alam Al-Islami), Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com