Diming-imingi Sembako, Tiga Janda Kehilangan Perhiasan Emas

Home / Berita / Diming-imingi Sembako, Tiga Janda Kehilangan Perhiasan Emas
Diming-imingi Sembako, Tiga Janda Kehilangan Perhiasan Emas Tiga janda lanjut usia saat melaporkan penipuan yang mereka alami di Polsek Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu (15/2/2017).(Foto : Romi S/TIMESIndonesia)

TIMESBALI, BANYUWANGI – Tiga janda lanjut usia di Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur tertipu oleh seorang wanita yang berdalih memberikan sumbangan.

Tiga korban bernama Sulastri, Sukarti dan Mutik mengaku di datangi seorang wanita muda sekitar 30 tahun yang berjanji akan memberikan bantuan kepada janda-janda.

"Kami dijanjikan bantuan sembako, seperti gula, beras 5 dan uang sebesar Rp 200 ribu, katanya disuruh mengambil di kantor desa," kata Sukarti, salah satu korban, Rabu (15/2/2017).

Menurut Sukarti, wanita itu mengatakan, untuk mendapatkan paket sembako dan uang, mereka diminta untuk melepas  perhiasan yang ada. Ini dimaksudkan agar mereka benar-benar terlihat sebagai warga miskin yang berhak mendapat bantuan.

Karena sudah percaya, Sulastri, Sukarti dan Mutik mau saya melepas seluruh perhiasan mereka dan menyerahkan kepada wanita tersebut.

Ada banyak perhiasan seperti kalung, anting dan cincin dengan berat total 30 gram.

"Semua diwadahi plastik hitam oleh pelaku yang saat itu memakai masker. Kalung tujuh gram sayajuga ikut terbawa pelaku," kata Sukarti.

Yang diingat oleh Sukarti, mereka sepertinya tak sadar dan menurut saja apa yang diperintahkan oleh wanita tersebut.

"Setelah mengantongi semua perhiasan, wanita tersebut pamit ingin menjemput suaminya dengan menggunakan motor ke arah timur, yang akan memberikan bantuan kepada janda," ungkapnya.

Sementara itu, Imam, anak dari Sukarti, yang juga Ketua RT setempat, mengatakan, bahwa tidak curiga dengan gelagat orang tuanya.

"Biasaya ibu keluar pamit, namun saat ditanya mau ke rumah Sulatri. Saya kira ibu mau mijet, karena memang tukang pijat," terang Imam.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pesanggaran, AKP Sudarsono, mengatakan hingga saat ini belum melakukan pemerikasaan terhadap tiga korban penipuan.

"Mungkin karena faktor usia, saat di panggil ke polsek gak bisa datang," ucap Kapolsek.

Sementara itu, untuk mempercepat pemeriksaan petugas kepolisian akan turun langsung mendatangi korban untuk menggali keterangan.

"Selain itu, kami akan kerahkan Babinkaptibmas untuk turun langsung kemasyarakat mensosialisasikan penipuan modus baru ini," ucapnya.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com