Pembangunan Jembatan Kotabaru-Batulicin Dinilai Lamban

Home / Berita / Pembangunan Jembatan Kotabaru-Batulicin Dinilai Lamban
Pembangunan Jembatan Kotabaru-Batulicin Dinilai Lamban Desain jembatan Kotabaru-Batulicin, jembatan dengan desai indah ini tak kunjung sekelai dalam proses pengerjaannya.

TIMESBALI, KOTABARU – Para pelaku ekonomi Kabupaten Kotabaru menganggap pemda dua kabupaten, yaitu Kotabaru dan Tanah Bumbu lamban merealisasi jembatan penghubung dua wilayah itu.

Akibatnya perkembangan ekonomi di daerahnya ikut lamban. Sebagai contoh nelayan yang akan menjual ikannya ke luar kota harus mengeluarkan dana cukup besar untuk biaya kapal ferry-yang menyebrangkan kendaraannya antar dua kota itu. 

Untuk mobil jenis pikup memakai ferry ASDP Batulicin-Tanjung Serdang (perjalanan pulang pergi) harus bayar sekitar Rp 350-400 ribu.Belum termasuk waktu tempuh yang relatif lama sekitar 1-1,5 jam. Truk juga harus bayar antara Rp 400-500 ribu.

Pelaku ekonomi, H Mahjar, pedagang ikan dari Tanjung Seloka Kotabaru mengatakan, pihaknya dua hari sekali kirim barang ke Banjarmasin. Dalam seminggu pihaknya mengeluarkan dana sekitar Rp 1,500.000. Hal ini membuat keuntungannya hampir seperempatnya hanya untuk naik ferry.

Senada dengan H Mahjar, Aseli, pedagang kelontong keliling juga mengatakan yang sama. Dengan belum terealisasinya jembatan, pihaknya tiap hari keluarkan dana Rp 400.000 untuk ongkos pikap dan menyebrang. Aseli yang tinggal di wilayah Tanjung Serdang meminta pihak legislatif ikut mendesak pemerintah segera menyelesaikan jembatan penghubung ini.

Terpisah , Ketua DPRD Kotabaru, Alfiah mengatakan, pihak legislatif sudah melakukan kerja maksimal dengan meminta pemda Kotabaru untuk memprioritaskan pembangunan jembatan ini.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com